Kamis, 11 November 2010

tower tokyo bezt


 
Film ini menceritakan hubungan Masaya (Odagiri Joe) dengan ibunya Eiko (Kiki Kirin). Saat berumur 3 tahun, Eiko membawa Masaya berpisah dari ayahnya, seorang seniman yang kurang bertanggung jawab terhadap keluarga. Mereka berdua tinggal di kota kecil, Chikuho. Masaya tumbuh menjadi anak yang mudah takut mendengar suara-suara aneh, tapi bisa senang melakukan hal aneh seperti mengikat kodok di rel kereta.

Saat menginjak remaja, Masaya sekolah jauh dari SMA. Pertama kalinya dia tinggal berpisah dengan ibunya dan menikmati hidup tidak bertanggung jawab seperti ayahnya. Walaupun Masaya terbukti punya bakat seni tetapi kurang motivasi untuk sukses. Ketika tiba waktu masuk perguruan tinggi, Masaya memilih untuk kuliah di Tokyo yang letaknya lebih jauh lagi dari rumah dan ibunya. Sampai lulus kuliah kehidupan Masaya ditanggung Eiko sepenuhnya dengan bekerja keras menjadi tukang masak yang sering bekerja lembur.

Saat kuliah di Tokyo kelakuan Masaya semakin menjadi-jadi. Kegemarannya bersenang-senang membuatnya sering berhutang pada lintah darat. Sehingga pada satu hari dia benar-benar bangkrut dan harus hidup di jalan.

Tidak lama kemudian dia mendapat berita bahwa ibunya sakit. Berita itu mengguncang dan menyadarkan Masaya. Diapun mulai menata hidupnya. Beberapa tahun kemudian Masaya berhasil menjadi ilustrator terkenal dan memboyong ibunya untuk hidup bersama di Tokyo. Sayangnya waktu yang mereka miliki singkat saja.

Film ini diadaptasi dari otobiografi Lily Frank. Penuturan cerita melalui adegan kilas balik saat Masaya sedang menunggui ibunya di RS. Mengingatkan kita betapa bahwa hubungan dengan orang tua tidak ternilai dan harus dijaga sebaik-baiknya, karena waktu kadang-kadang tidak mengijinkan kita untuk bisa selamanya menikmati saat-saat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar